Kisah Inspiratif; Mahasiswa Indonesia Menjadi Pelajar Asing Pertama Yang Berpidato Pada Hari Wisuda Di Turki

Dilansir dari Republika.co.id - Isparta - Abu Hanifah Sukron menjadi mahasiswa Indonesia pertama yang lulus di Suleyman Demirel University sekaligus menjadi mahasiswa asing pertama sejak awal berdirinya kampus tahun 1992 yang diberikan kesempatan berpidato pada acara wisuda.

AHAS

1/24/20262 min baca

Isparta, TURKI - Bagi sebagian pelajar, kuliah di luar negeri masih terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk digapai. Jarak, bahasa, budaya, hingga rasa takut gagal sering kali menjadi penghalang. Namun kisah Abu Hanifah Sukron menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.

Putra daerah Indramayu ini mencatatkan sejarah sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang lulus dari Suleyman Demirel Universitesi (SDU), Turki. Perjalanan akademiknya selama lima tahun tidak hanya mengantarkannya pada gelar sarjana, tetapi juga pada kepercayaan besar untuk berdiri di podium wisuda dan menyampaikan pidato di hadapan ribuan lulusan dari berbagai negara.

Dilansir dari republika.co.id bahwa dalam pidatonya yang disampaikan dengan bahasa Turki yang fasih, Abu Hanifah menyampaikan pesan perpisahan yang sarat makna tentang kebersamaan dan perjuangan.
Terasa baru kemarin kita berkenalan, saling berbincang, dan menyeruput teh bersama. Kini kita harus berpisah untuk mengejar mimpi kita di jalan masing-masing,” ujarnya.

Kata-kata tersebut bukan sekadar ungkapan perpisahan, melainkan refleksi perjalanan panjang yang penuh proses, adaptasi, dan keteguhan hati. Hidup jauh dari tanah air menuntut kemandirian, keberanian, serta kesiapan untuk belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari.

Abu Hanifah memulai studinya di SDU pada tahun 2013 dengan mengambil jurusan ekonomi di Fakultas Ilmu Ekonomi dan Manajemen. Sebagai alumni perdana asal Indonesia di kampus tersebut, ia membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berprestasi dan dipercaya di lingkungan akademik internasional.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dan rasa persaudaraan meskipun perjalanan hidup membawa setiap orang ke arah yang berbeda. “Silaturahim harus tetap terjaga, meski kita melangkah di jalan yang tidak lagi sama,” pesannya.

Turki sendiri menawarkan peluang besar bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Dengan kualitas pendidikan yang terus berkembang, lingkungan multikultural, serta biaya hidup yang relatif terjangkau, negara ini menjadi salah satu destinasi pendidikan yang semakin diminati. Suleyman Demirel Universitesi, yang berdiri pada tahun 1992, kini menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dari puluhan negara, termasuk Indonesia.

Kisah Abu Hanifah Sukron adalah pengingat bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari tempat yang besar. Dengan tekad, disiplin, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar di panggung dunia.

Jika hari ini kamu sedang ragu untuk melangkah, ingatlah bahwa ada anak bangsa yang berangkat dengan mimpi dan pulang membawa kebanggaan. Seperti Abu Hanifah, perjalanan ke luar negeri termasuk ke Turki bukan hanya tentang sejauh apa kamu pergi, tetapi sejauh apa kamu berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkannya.

Sumber tulisan;
https://republika.co.id/berita/p8thj9370/mahasiswa-indonesia-berpidato-pada-hari-wisuda-di-turki

Doc. Abu Hanifah Sukron, lulusan Suleyman Demirel Universitesi, Isparta - TURKI.

See More ....

Kuliah di Turki Jalur Ijazah

Jaminan 100% DITERIMA

Kursus Bahasa Turki

Ber & Non-Sertifikat